jenis-jenis bearing (3 – end) | Bebas Njeplak

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({

google_ad_client: “ca-pub-4741159048406140”,

enable_page_level_ads: true

});

hayy teman bloger mania…hari ini saya akan share tentang bearing bagian akhir yaitu mengenai anti friction bearing, perhitungan kekuatan bearing, dll…check thiss outt.

Anti Friction Bearing

ada 3 jenis anti friction bearing :

ball bearing

roller bearing : straight roller, taper roller, spherical roller

needle

penomoran bearing mengikuti standart yang telah ditentukan oleh AFBMA (Anti Friction Bearing Manufacturing Assosiation). dengan nomor yang sama tidak berarti load ratingnya sama. load rating didefinisikan sebagai besaran beban yang menetukan rating life. Rating life (L) didefinisikan sebagai jumlah jutaan putaran konstan yang menjadikan bearing tersebuh lelah (fatigue). Sebagai contoh kita akan melihat bagian dari bearing berikut :

Gambar 1. bagian anti friction bearing

tipe ball bearing

gambar 2. ball 1 dan ball 2

gambar 3. ball 3 dan ball 4

gambar 4. ball 5

keterangan :

deep groove bearing, digunakan untuk beban radial dan axial (max 2/3 beban radial).

deep groove with slot, mampu menumpu beban radial yang lebih besar, tetapi tidal untuk beban axial.

double row, untuk beban yang lebih besar lagi. ukuran tebal menjadi lebih besar lagi.

self aligning double row, untuk beban radial dengan toleransi misalignment.

angular contact, mampu untuk memikul beban axial yang besar.

tipe roller bearing

gambar 5. roller 1 dan roller 2

gambar 6. roller 3 dan roller 4

keterangan :

straight roller, untuk beban radial berat, dengan gerakan axial poros beban. panjang roll 1-3 kali diameter roll.

needle roller, jika ruangan sempit maka digunakan roller jenis ini. panjang roll minimal 4 kali diameter. tidak bisa memikul beban axial.

tappered roller, untuk beban radial dan axial berat. tersedia juga dalam double row.

spherical roller, untuk beban radial berat dan axial menengah dan sedikit misalignment.

Split type ball/roller bearing

gambar 7. split bearing

Bentuk bearing semacam ini digunakan jika pelaksanaan pemasangan dan pelepasan akan mengalami kesulitan, namun demikian bearing semacam ini mahal harganya.

gambar 8. ball thrust bearing

gambar 9. straight roller thrust dan tappered roller thrust

keterangan :

ball thrust, untuk putaran rendah, dipasang bersama radial bearing.

straight roller thrust, terdiri dari beberapa roller untung menghindari sliding yang banyak, digunakan untuk beban dan putaran menengah.

tappered roller thrust, untuk mengeliminasi kelemahan pada no 2 putaran terbatas

Nomor bearing

penomoran bearing mengikuti standart yang ditentukan oleh AFBMA. dengan nomor yang sama tidak berarti ratingnya sama. rating didefinisikan sebagai besaran beban yang menentukan rating life.

Rating life

ket :

L= rating life dalam jutaan putaran

C= basic load rating dalam lb, adalah beban radial permanent yang memungkinkan bagian dalam bearing dapat bertahan sampai 1 juta putaran.

P= Radial aktual load dalam lb.

Contoh soal

cari load yang di ijinkan untuk single row ball bearing diameter 40 mm yang beroperasi dengan putaran 900 rpm, jika umur minimum 1500 jam.

jawab : basic load rating = 5040 lbs.

One thought on “jenis-jenis bearing (3 – end)”

Ping-balik:

Top 5 Postsadsense

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({

google_ad_client: “ca-pub-4741159048406140”,

enable_page_level_ads: true

});

kumpulblogger

posting bebas asal sopan

Arsip

blogger menyukai ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.